Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Maret 2021

Definisi Cinta Menurut Saya :

Cinta adalah

ketika kamu/Kita/Aku Betul - Betul Menyadari Kekurangan dan Kelebihan Orang/Pasangan/Kekasih Kita/Kamu/Aku Dan Kemudian Berhasil/Bisa Menerimanya Tanpa Batas Waktu Yang Ditentukan...


Tidak ada yg salah dengan CINTA, Hanya terkadang selalu ada orang bodoh yang membuang waktunya bertahun-tahun untuk sebuah hubungan yang berakhir dengan omong kosong...,,, kemudian orang bodoh itu akan berusaha menyibukkan dirinya agar tak selamanya larut dalam kebodohan, "Jika syair saja bisa membuatmu berdarah maka rayuan sudah tentu bisa membunuhmu sayang..."

Manfaat Lari Pagi Bagi Kesehatan Tubuh

Lari pagi adalah kegiatan yang harus dijadikan salah satu rutinitas pagi anda. Karena manfaat lari pagi sangat banyak sekali, contohnya menghirup udara yang segar dan sejuk. Pada saat pagi hari, belum terlalu banyak kendaraan yang mencemari udara. Selain itu lari pagi juga merupakan olahraga yang sangat mudah dilakukan dan tergolong olahraga murah dan sangat simpel. Perlengkapan yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak. Jika olahraga ini dilakukan setiap hari, cepat lambat anda dapat merasakan efeknya.

Apa Manfaat Lari Pagi Untuk Tubuh?

1. Memberikan Umur yang Lebih Panjang

Ternyata dengan lari anda akan mendapatkan umur yang lebih panjang. Baru-baru ini penelitian telah membuktikan jika berolahraga dengan lari pagi sejauh 56 km akan mengurangi resiko mengalami kematian sampai 54%. Logikanya, dengan lari pagi dapat meningkatkan metabolisme tubuh, dengan menarik nafas yang masih segar lalu menghembuskannya. Sama halnya dengan contoh hipnoterapi, ketika orang yang di hipno sering disuruh mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Hal ini sangat membantu membuang perasaan stress.

2. Dapat Menyehatkan Jantung

Jantung adalah organ yang terbilang sangat penting untuk pertahanan hidup anda. Salah satu fungsi jantung adalah memompa aliran darah ke bagian tubuh lain. Dapat anda dibayangkan bila jantung tidak berfungsi secara normal? Entah karena penyumbatan pembuluh darah atau faktor lain? Sudah saatnya anda meminimalisir kemungkinan tersebut dan memulai hidup sehat!!! Dengan berlari sejauh 16 km selama satu minggu maka anda akan mengurangi resiko gangguan tekanan darah sampai 39% dan dapat mengurangi gangguan kolesterol yang mengendap didalam tubuh sampai 34% hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti. Selain itu, dapat menurunkan resiko obesitas.

3. Mencegah Terjadinya Impotensi

Impotensi adalah penyakit yang dialami pada pria dewasa. Penyebabnya faktor psikologis atau fisik. Depresi, stress dan kecemasan dapat memicu penyakit ini. Sedangkan faktor fisik meliputi menyempitnya pembuluh darah dan hormon yang kurang seimbang. Lalu dengan berlari pagi metabolisme tubuh akan normal kembali, perasaan stress dan depresi akan berkurang, penyempitan pembuluh darah juga akan berkurang. Penelitian membuktikan jika anda berlari pagi berarti anda membakar kalori sebanyak 3000 kalori, dan mengurangi impoten anda hingga 83%. Ternyata banyak sekali ya manfaat lari pagi ini.

4. Dapat Menguatkan Tulang

Tahukah anda bahwa kepadatan tulang pelari itu lebih baik dibandingkan dengan para tulang pesepeda? Hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti yang ada di Universitas Missouri dimana para pesepeda yang kepadatan tulangnya kurang baik mencapai 63% jika dibandingkan dengan para pelari yang hanya mengalami 19%. Hal ini membuktikan jika para pelari lebih mempunyai sel-sel tulang yang lebih padat dibanding para pesepeda. Tunggu apa lagi? Bukan berarti berpindah alih dari bersepeda menjadi pelari. Tapi kita sisipkan lari pagi di tengah kegiatan kita, siapa tau hal ini dapat memperlambat datangnya menopause.

5. Dapat Mencegah Terjadinya Dimensia

Dimensia atau yang sering kita dengar dengan istilah ‘kepikunan’ dapat dicegah dengan melakukan lari pagi. Hal ini telah dibuktikan oleh jurnal yang berasal dari American Geriantrics Society dimana para wanita yang selalu melakukan lari pagi dimulai pada saat remaja dapat menekankan resiko mengalami kepikunan ketika memasuki usia lanjut. Pembuktian lain diberikan dari studi yang telah dilakukan pada tahun 2012 dimana dengan lari pagi akan memberikan manfaat dalam meningkatkan fungsi otak ataupun hal-hal yang berkaitan dengan konsentrasi serta daya ingat. Itu sebabnya pada seseorang yang sudah menginjak usia separuh baya, mereka tidak dianjurkan untuk berdiam diri saja walau sedang mengalami berbagai penyakit. Tetap bergerak adalah jalan terbaik untuk meminimalisir kepikunan.

6. Mempunyai Tidur yang Lebih Berkualitas

Bagi anda yang sering mengalami insomnia dan tidak mempunyai kualitas tidur yang baik, mulai sekarang cobalah untuk lari pagi. Para peneliti telah membuktikannya kepada para penderita insomnia sebagai objeknya untuk lebih rutin melakukan lari pagi. Dan hasilnya mereka dapat tidur lebih cepat 17 menit. Selain itu para penderita tersebut juga mengaku jika tidur mereka jauh lebih nyenyak dibandingkan sebelumnya ketika mereka lebih rutin melakukan lari pagi. Sebagai tips tambahan, anda dapat meminum susu hangat 1 jam sebelum tidur. Selain itu mandi air hangat 2 jam sebelum tidur dan bisa menggunakan armoa ruangan seperti lavender.

7. Membakar Kalori Lebih Mudah

Berbicara tentang kalori, hal ini sering menjadi perbincangan para wanita yang sedang menjalani diet. Untuk menghitung asupan kalori pada tubuh, anda perlu memperhitungkan kegiatan sehari-hari anda. Pasalnya, pada pria dewasa membutuhkan asupan kalori sekitar 2000 perharinya, namun kebutuhan kalori berkurang seiring bertambahnya usia. Kalori adalah energi, maka jika kalori tidak terbakar yang ada menumpuk dan menjadi timbunan lemak. Apa jadinya bila hal itu terjadi? Parahnya, lama-lama akan mengalami obesitas. Namun tidak usah takut, dengan lari pagi, anda dapat membakar kalori lebih mudah. Dan ternyata lari pagi 2x lipat lebih efektif dalam menurunkan berat badan dibanding diet!!

8. Tidak Mudah Mengalami Sakit

Dengan berlari pagi akan membuat kesehatan fisik tetap terjaga. Studi yang telah dilakukan oleh para pakar di Swedia telah membuktikan jika pelari yang sering berlari secara rutin akan lebih mudah terhindar dari sakit flu sebesar 18% jika dibandingkan oleh mereka yang jarang melakukan lari pagi. Hal ini masih berhubungan dengan metabolisme tubuh, bagaimanapun lari pagi adalah salah satu olahraga, hanya saja dilakukan dipagi hari saat kondisi udara masih segar. Makanya, tidak aneh bila seseorang yang rutin lari pagi, tidak gampang terkena penyakit.

9. Membuat Pernafasan Menjadi Lebih Baik

Tidak ingin kalah dengan olahraga lain, lari pagi juga dapat membuat pernafasan lebih baik. Hal ini berhubungan dengan paru-paru. Oksigen yang dihisap pada pagi hari masuk ke dalam paru-paru dan menghisap oksigen lebih banyak. Bisa dirasakan ketika anda bernafas saat olahraga, mungkin untuk anda yang baru pertama kali olahraga lagi, akan mengalami nafas tersengal-sengal. Jangan berhenti begitu saja, karena hal ini adalah salah satu proses. Selain itu lari pagi sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita penyakit asma. Penelitian telah membuktikannya dengan melibatkan para penderita penyakit asma untuk berlari pagi. Dan hasilnya asma mereka menjadi lebih jarang kambuh, membuat pernafasan mereka menjadi lebih lega dan membuat hidup mereka lebih sehat.

10. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh berhubungan dengan sistem metabolisme serta sel-sel pelindung didalam tubuh salah satunya sel imun. Fungsi sel imun membuat tubuh anda mampu menangkal semua virus yang menyerang tubuh anda. Dan sel-sel imun akan menjadi lebih kuat ketika lari pagi. Selain itu, faktor lain juga harus dijaga salah satunya asupan makanan, siapa yang ingin sakit di usia dini? Namun tidak sedikit orang yang melupakan asupan nutrisinya. Walau tidak merasakan kekurangan nutrisi, pada umur 30 tahun ke atas, tubuh anda akan mulai merasakan berbagai penyakit. Mulai dari sekarang, minimalisir semua penyakit tersebut!



Cara Mengatasi Stress Berlebihan

Siapa Didunia Ini Yang Tidak Pernah Mengalami Stress?

Tentu semua orang pernah mengalaminya. Stress adalah suatu kondisi dimana fikiran terasa tegang, terbebani ketika seseorang menghadapi masalah hidup. Fikiran yang sedang menampung banyak hal juga akan menemukan suatu titik penat yang berujung pada stress, stress memang hal yang wajar namun bila stress berkelanjutan dan berjangka waktu panjang, harus lebih diwaspadai.

Bagaimana Proses Terjadinya Stress?

Pada saat otak terbebani dan menangani berbagai masalah, tubuh mengeluarkan banyak hormon yang bertujuan memberi cukup energi dan tenaga untuk menyelesaikan. Mungkin ciri-cirinya dapat anda sadari jika fikiran berfokus untuk menyelesaikan masalah, perut sering terasa lapar, badan terasa lebih cepat lelah.

Penyebab Stress

Banyak orang menuntut otaknya untuk selalu bekerja di luar kemampuannya, di sisi lain itu bagus, namun perlu diingat bahwa otak juga butuh nutrisi. Kurang imbangnya kegiatan dengan istirahat juga akan memicu stress.

Berikut Faktor-faktor Penyebab Stress :

1. Ekonomi

Negara Indonesia adalah negara berkembang, sudah mengalami krisis moneter lebih dari 20 tahun, harga terus beranjak naik dan tuntutan hidup pun terus bertambah. Mayoritas masyarakat Indonesia pun menyandang status cukup, bahkan di berita-berita lebih banyak masyarakat yang kurang dari cukup. Hal ini tentu mengundang stress bagi pihak yang statusnya kurang, karena makin tahun, kebutuhan makin mahal.

2. Kerja Berlebihan

Segala sesuatu yang dilakukan berlebihan itu tidak baik, hal ini tentu tidak boleh anda lakukan. Kebiasaan yang anda lakukan setiap hari sudah menjadi tradisi untuk tubuh anda, ketika anda mencoba kegiatan yang lebih dari biasanya, otak dan tubuh butuh beradaptasi namun jika hal itu diluar kemampuan, sangat ditakutkan anda terancam sakit karena terlalu capek. Solusinya, kondisikan kegiatan diluar kegiatan kerja agar tubuh tidak terlalu shock. Banyak-banyak minum air putih, dan jangan lupa memberi nutrisi otak, istirahat yang cukup walau anda salah satu yang memiliki banyak kesibukan. Contoh dari pengalaman seseorang, ketika dia bekerja 8 jam, mencoba menambah jam kerjanya dengan mengurus bisnis di rumah selama 3 jam, belum dihitung waktu untuk mandi, makan, dan berbincang-bincang dengan keluarga. Walau dia menambah jam kerja hanya 3 jam, namun tubuh tidak menerima, hasilnya dia pun jatuh sakit. Beda halnya dengan seseorang yang terbiasa sibuk, karena jika anda pelajari, orang berhasil tidak mengenal hari libur karena pada hari liburpun mereka tetap bekerja. Ingin menjadi berhasil? Perlahan tambah jam kerja anda, itu juga untuk mengukur kemampuan tubuh dan otak anda. Jika tubuh menolak, lebih baik bekerja normal saja.

3. Percintaan

Para remaja biasanya masih memiliki sifat labil, pasang surut perasaan membuat para remaja rawan dengan kegalauan, akhirnya mengalami stress tingkat sederhana. Beranjak pada orang dewasa, yang terkadang mengalami konflik dalam rumah tangganya, beda faham atau beda cara dan tidak menemukan solusi yang tepat biasanya menyebabkan masalah yang cepat lambat menjadi masalah berlarut-larut dan menyimpan emosional di kedua belah pihak. Belum lagi dengan suami yang terkadang pulang larut malam, jika tidak memiliki kepercayaan yang kuat, urusan rumah tangga sangat rentan dengan perceraian. Dan seseorang yang sudah diberikan kepercayaan harus diusahakan menjaga kepercayaan pasangannya.

4. Pertemanan

Tidak akan ada baik bila tidak ada buruk, semua di dunia bersifat seimbang, namun apa halnya jika kita memiliki masalah dalam pertemanan? Teman adalah seseorang yang menemani anda disaat apapun kondisi anda, tapi teman anda juga tentu memiliki kepentingan sendiri kan? Hampir sama dengan percintaan, namun kasus pertemanan lebih terpacu pada keluwesan anda. Makin banyak teman anda, makin banyak juga kemungkinan anda di nilai dimata mereka. Jadi hal pertama, berhati-hatilah mencari teman. Walau teman itu sangat dibutuhkan, namun bila anda salah pergaulan, teman tidak menjamin apa-apa hanya akan membuat kehidupan anda rusak.





5. Negative Thinking

Anda pernah mendengar kata Self Talk? Ya, dari artinya adalah berbicara pada diri sendiri atau bisa dibilang mensugestikan fikiran kita. Semua orang memiliki rencana, namun siapa yang memiliki rencana miskin? Tentu tidak ada. Tetapi mengapa masih saja di temukan orang-orang yang berfikiran negatif terhadap dirinya sendiri? Hal ini salah satu faktor seseorang mengalami stress, itu karena fikirannya sendiri. Hal yang tidak ada, di ada-adakan tanpa usaha terlebih dahulu. Untuk tipe orang seperti ini, alangkah lebih baik untuk berkonsultasikepada psikiater, karena fikiran negatif yang berlangsung berkepanjangan sangat jelek dampaknya untuk tubuh ataupun fikiran kita.

Setelah anda mengetahui penyebab stress, kita akan lanjut pada cara menghilangkan stress

1. Melakukan Hobi

Ini adalah salah satu yang mungkin anda sudah ketahui, dari arti kata “hobi” saja dapat diartikan suatu kegiatan yang disukai. Hal ini berguna untuk memicu fikiran tenang untuk anda yang tengah dilanda stress. Hobi adalah sebagai hiburan untuk fikiran dan jiwa anda, adapun hobi yang beraneka macam seperti : mengoleksi perangko-perangko zaman dulu, hobi memasak, menjahit, bermain catur, hingga hobi membaca. Hal ini sah-sah saja dilakukan ditengah kesibukan anda. Malah terkadang setelah kita melakukan hobi, kita menjadi semangat kembali menghadapi masalah dan dapat mendapatkan solusi yang lebih baik.

2. Komunikasi

Penelitian mengatakan, orang tertutup lebih rentan mengalami stress dibandingkan dengan orang terbuka. Itu artinya, sangat penting untuk anda berkomunikasi dengan orang-orang disekitar. Semakin anda dewasa, semakin anda dapat menilai mana orang yang dapat mendengar cerita anda dan mana orang yang tidak menerima cerita. Berceritalah pada orang yang tepat, yang sekiranya dapat memberikan solusi yang baik. Jika anda bekerja itu artinya 1/3 hidup anda, anda habiskan ditempat kerja. Sedangkan masalah di tempat kerja belum kunjung terselesaikan. Terbayang tidak 1/3 hidup anda ditakuti oleh masalah pekerjaan? Lebih baik ceritakan masalah pada orang yang tepat, dan selesaikan secepat mungkin.

3. Meditasi

Mengapa meditasi dapat menghilangkan stress?Meditasi adalah salah satu olahraga yang berfungsi mengatur pernafasan, meningkatkan fungsi jantung, dan menambah konsentrasi. Meditasi melatih kita untuk menenangkan diri, itu kenapa banyak orang yang melakukan meditasi, ketika ditemukan pada masalah apapun dia tetap bisa tenang menghadapinya. Cara mencari solusinya pun bisa terbilang lebih detail, karena meditasi dapat menambah konsentrasi dalam segala hal.

4. Mandi Atau Berendam

Mandi memberi kesegaran pada tubuh sehingga tubuh mampu melanjutkan lagi aktivitas yang belum beres. Mungkin ada di antara anda yang harus keramas ketika sedang stress, biar otak fresh. Memang benar, selain mengangkat kotoran ternyata mandi juga bermanfaat merileksasikan fikiran dan tubuh kita. Bagi anda yang sukaberendam air hangat, anda dapat lakukan itu ditengah stress melanda, otot-otot yang tegang akan menjadi kendur kembali. Coba saja!!!

5. Pijat Refleksi

Penelitian mengatakan bahwa stress pada seseorang berkurang hingga 52% setelah dipijit. Hal ini telah di uji coba pada 500 pria dan wanita yang sedang mengalami stress, Pemijatan dapat merubah biokimia tubuh, danpijitan pada saraf-saraf yang tegang akan menambah rileksasi. Anda dapat mencoba melakukan pijat refleksi, dan rasakan setelahnya. Pada malam hari menjelang tidur pun, anda akan mendapatkan kualitas tidur yang nyaman dan nyenyak.

6. Berteriak

Sering mendapatkan saran bahwa berteriak baik untuk melepas stress? Memang benar, stress berkaitan dengan fikiran dan hati. Adapun seseorang yang stress karena keadaan yang tidak bisa diterimanya dan hal itu sangat mengganjal di hati, berteriak adalah salah satu solusi singkat yang dapat melepas keganjalan di dalam hati. Anda dapat pergi ke pegunungan, yang jauh dengan masyarakat dan berteriak lepas atau bahkan mengeluarkan unek-unek dengan suara lantang. Hal ini cukup simpel, namun khasiatnya membuat lebih tenang.

7. Olahraga

Olahraga tidak hanya dapat menyehatkan tubuh, namun ternyata dapat melepas emosi negatif hal ini dikarenakan olahraga dapat melepaskan hormon serotonin dan membuat perasaan senang datang. Beberapa olahraga yang direkomendasikan adalah berenang, menari, olahraga outdoor, jalan kaki, dan lompat tali.

8. Berlibur/Rekreasi

Rekreasi pada tempat-tempat baru tentu akan menjauhi anda di lingkungan negatif. Oleh karena itu, terkadang rekreasi sudah menjadi salah satu jadwal di satu keluarga yang benar-benar padat jadwalnya. Dengan rekreasi, anda dapat menghilangkan penat walau untuk sementara. Bahkan pada meditasipun, dapat anda serap energi positif dilingkungan anda dan buang energi negatif. Berekreasi dengan orang-orang terdekat dapat membuat anda senang, dan setelahnya anda dapat menghadapi masalah lebih rileks dengan otak fresh.

9. Aromaterapi

Aroma berpengaruh kepada indra penciuman, dan hal ini berkaitan dengan sistem limbik dimana pusat kendali emosi manusia. Oleh karena itu aromaterapi di manfaatkan untuk mengundang rileksasi berupa harus yang dapat langsung dicium oleh hidung dan memberi sensasi ketenangan. Sudah tidak asing beberapa harum berikut ini sering digunakan sebagai Aromaterapi :
Lavender
Mawar
Melati
Minyak bergamot
Ylang-ylang

10. Tertawa

Di salah satu negara diterapkan terapi tertawa khusus orang-orang sedang mengalami stress, karena menurut beberapa penelitian tertawa selama 5 – 10 menit dapat merangsang serotonin, endorphine dan metanonin keluar. Pada 3 zat tersebut memberikan manfaat yang bagus untuk otak sehingga perlahan memberikan ketenangan pada tubuh. Bahkan, dipercaya bahwa dengan tertawa dapat menyembuhkan seseorang yang sedang mengalami stress mental yang berat. Mau coba? Tapi hati-hati ya, jangan kelihatan oleh orang lain.

11. Berfikir Positive

Fikiran adalah mind, setting adalah pengaturan. Dan MindSet adalah istilah hal-hal yang tertanam dalam fikiran. Pernah terdengan semboyan bahwa orang akan menjadi seperti apa yang ia fikirkan. Begitu kuat tenaga fikiran mengubah masa depan? Jika masa depan bisa diubah dengan dibumbui mindset yang positive dan fikiran positive, kenapa stress tidak bisa? Tidak ada yang tidak mungkin, karena semua hanya bermasalah pada sudut pandang dan cara penyelesaian saja. Tidak lepas dari waktu yang singkat, sedang atau lama untuk menyelesaikan masalah dengan fikiran positive.

12. Selesaikan Masalah Pada Saat Itu Juga

Kenapa harus menyelesaikan pada saat itu juga? Karena lebih cepat lebih baik, masalah tentu sebuah hal yang menakutkan dan jika bisa didunia ini tidak ada masalah. Tetapi, ada baik ada buruk ada kesuksesan ada juga masalah. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan pada saat itu juga, kenapa harus di tunda-tunda? 1 masalah beres dengan hasil yang baik akan menjadi sebuah kebanggan bagi diri anda sendiri. Semakin anda berani menghadapi masalah, semakin dewasa anda untuk menghadapi masalah. So, jangan hindari masalah. Hadapilah !!!

7 Cara Mengatasi Rasa Mual Dalam Perjalanan Jauh :

1. Menyesuaikan Asupan Makanan

Hindari makanan berat selang akan melakukan perjalanan jauh, konsumsi makanan berlemak kira-kira sehari dapat dicerna oleh tubuh. Jauhi pedas, kafein bahkan alkohol sebelum perjalanan, karena hal ini membuat dehidrasi pada tubuh, ganti minuman tersebut menjadi air putih untuk sementara waktu. Dan sebaiknya perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan sebelum perjalanan agar aman untuk tubuh dan dapat cepat dicerna oleh perut. Tetapi disarankan tidak makan dalam porsi banyak.

2. Memilih Kursi yang Tepat

Jika perjalanan anda menggunakan transportasi mobil, diusahakan untuk memilih kursi yang didepan, atau setidaknya mendapatkan kursi yang didekat jendela. Hal ini berguna agar dapat mengalihkan fokus pada 1 titik diluar. Sehingga tidak akan cepat pusing ataupun mual. Beberapa tips ketika mendapatkan kursi yang pas, jangan membaca dalam mobil, karena badan akan mengalami goncangan sehingga mata akan cepat capek dan membuat anda pusing. Tetaplah siaga, tujuannya agar tubuh anda dapat menyesuaikan dengan goncangan mobil hal ini berguna biar badan anda lebih luwes hingga tidak cepat mabuk.

3. Teknik Pernafasan

Lakukan pernafasan lebih dalam sesekali ketika anda mengalami pusing, hal ini akan menenangkan otak anda sehingga tubuh lebih relaks dan lebih tenang. Hal ini berguna agar terhindar dari rasa mabuk. Caranya, Tutup mulut dan ambil nafas dalam-dalam isi paru-paru dalam hitungan ke-empat, lalu tahan hingga hitungan ke-7 lalu buang melalu mulut hingga hitungan k-8. Lakukan hal ini 3 kali.

4. Tetap Tenang

Lakukan sugesti yang positif, untuk anda yang biasa tidur di mobil dapat isi waktu perjalanan anda dengan tidur. Bila perlu lakukan olahraga ringan beberapa hari sebelum perjalanan, selain membuat imun tubuh lebih kuat, olahraga juga dapat melancarkan metabolisme tubuh, sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya pusing dan mual.

5. Minum 2-4 Cangkir Teh Peppermint

Peppermint dipercaya dapat mencegah rasa mabuk ataupun mual dalam perjalanan. Cara membuatnya, sediakan 3 lembar daun peppermint lalu seduh dalam cangkir dengan air panas lalu tutup dan diamkan selama 10menit, lalu minum. Cara lain, dapat membeli tablet peppermint dan konsumsi hingga 2-3 kali dalam sehari.

6. Mengkonsumsi Jahe Sebelum Perjalanan

Jahe diyakini dapat membantu mencegah mabuk dan mengatasi rasa mual dalam perjalanan panjang. Cara membuatnya, konsumsi jahe dalam bentuk bubuk, teh, air, atau tablet sebelum bepergian. Dibarengi dengan mengkonsumsi sedikit kue dapat menahan rasa lapar ketika sedang perjalan jauh.

7. Membawa Minyak Kayu Putih

Mengoles kayu putih pada bagian perut, leher dan dada dapat mengurangi rasa mual. Diusahakan untuk tidak menggunakan parfum yang menyengat karena hal itu dapat memicu rasa pusing yang berujung pada mual. Hindari merokok dalam perjalanan, terlebih lagi bila orang-orang disekeliling anda bukan perokok, tentunya sangat sedikit oksigen bersih yang mereka hirup dan hal ini dapat memicu rasa pusing pada diri anda dan juga orang-orang sekitar anda.

Mitos dan Pemujaan Bathari Durga: India, Jawa dan Bali By Ni Wayan Pasek Ariati, PhD


 


Latar Belakang Penelitian

Dalam makalah ini, saya berusaha untuk mengkaji mitos serta pemujaan terhadap Bhatari Durga mulai dari asal mulanya di India lalu perkembangannya di Indonesia khususnya di Jawa dan Bali. Pertama-tama sebelum membahas lebih jauh tentang mitos dan pemujaan kepada Bhatari Durga, saya ingin menyampaikan bagaimana saya sampai tertarik untuk mengkaji tentang Bhatari Durga. Rasa tertarik saya untuk mengetahui lebih jauh tentang Bhatari Durga karena pada waktu saya bekerja di Jaipur, India Utara di tahun 2001-2003, saya merasa kaget karena ada beberapa toko bernama Durga, grup music bernama Durga, dan juga beberapa perempuan bernama Durga. Kenapa? Itulah pertanyaan yang muncul dari benak saya ketika itu. Sedangkan di Bali, saya selalu menganggap Bhatari Durga sebagai sosok yang menyeramkan dan bersemayam di setra Ganda Mayu, Pura Dalem Mrajapati. Itulah pengetahuan tentang Bhatari Durga yang saya dapatkan dari cerita lisan kakek saya almarhum yang merupakan Pemangku Dalem di desa saya.

Melihat persepsi umat Hindu di India dan penganut Hindu di Indonesia dan di Bali pada khususnya, maka saya berusaha mengetahui lebih banyak tentang bagaimana Bhatari Durga di Bali bisa digambarkan sebagai sosok Bhatari yang menyeramkan, jauh berbeda dari penggambaran aslinya di India. Maka dari itu, saya melamar bea-siswa untuk mengadakan penelitian lebih mendalam tentang perkembangan citra/image dari Bhatari Durga di India dan Bali. Tetapi atas saran Prof. Hildred Geertz, Princeton Univerity, USA; Prof. Hariani Santiko, UI dan Pembimbing saya Dr. Christine Doran, CDU (Charles Darwin University), Darwin, Australia; dimana ketiga professor tersebut menyarankan kepada saya supaya membahas Bhatari Durga di Jawa untuk lebih sempurna, maka saya menyetujui saran beliau bertiga. Jadi, judul akhir disertasi saya adalah “The Journey of the Goddess Durga: India, Java and Bali”, yang belum terbit karena saya perlu waktu dan biaya untuk mengedit disertasi tersebut supaya menjadi sebuah buku yang lebih manarik untuk dibaca.

Upacara Pekeling: Jatra dan Yatra

Sebelum mengadakan penelitian, saya mulai dengan mengadakan upacara Jatra danYatra yaitu upacara “mepekeling” di Pura Dalem di kampong di mana kakek saya sebagai pemangku. Kakek sebenarnya takut dan kwatir kalau saya melakukan penelitian tentang Bhatari Durga karena beliau bilang,”Ida Bhatari nak tenget, sing dadi cuah-cauh nyambatang ragane. Kudiang awake, men ragane duka?”. Nah karena itu, kakek menyarankan saya untuk mengadakan pekeling ke pura-pura sebelum mengadakan penelitian lebih jauh.

Saya mulai upacara Jatra dan Yatra dengan berpuasa selama tiga hari dan sembahyang di Pura Dalem di kampong dimana kakek adalah pemangkunya, lalu saya lanjutkan dengan pergi ke Pura Dalem Ped di Nusa Penida dan bermalam di sana selama satu malam. Tirta Yatra saya ke Dalem Ped diikuti oleh beberapa pemangku dan balian. Tujuannya yaitu untuk mohon ijin dan pengampunan karena selama penelitian, saya akan banyak menyebut nama Ida Bhatari Durga yang sangat disakralkan di Bali.

Hanya setelah melakukan Jatra dan Yatra, akhirnya saya dengan rasa lega melalukan wawancara serta penelitian di beberapa tempat di India seperti Jaipur, Calcutta, Varanasi, Rishi Kesh, Delhi, dan di daerah pegunungan di India dimana penyembahan terhadap Bhatari Durga dilakukan dengan pengorbanan kambing di hadapan arca Durga, Kali, Badrakali. Tetapi kalau di Bali, saya mengatakan kepada orang-orang bahwa saya mengadakan penelitian tentang “perbadingan” antara Dewi di India dan Bali, hal tersebut saya lakukan karena pernah suatu saat ada yang bertanya tentang penelitian saya dimana saya jawab dengan jujur yaitu tentang Bhatari Durga di India dan Bali, lalu teman tersebut bilang, “jadi kamu sudah pinter black-magic, udah bisa jadi apa aja?”. “Wah gawat…nanti aku dikira sakti kalau itu pikiran orang terhadap Bhatari Durga, lebih baik cari jalan aman”, itulah pembelaan yang muncul dalam benak saya. Lalu saya jawab, ”kamu ngawur sekali, okay nanti deh kalau disertasiku dah kelar, kamu baca ya!”, menghardik dia yang hanya tersenyum tidak puas dengan jawaban saya.

Methode Penelitian

Selama di India, saya banyak mengadakan penelitian dengan mengunjungi museum, kuil-kuil (mandir) yang diperuntukan pemujaan kepada Bhatari Durga, mengikuti upacara Durga Puja di Calcutta dan Varanasi, wawancara dengan pemuja Durga yang disebut Tantrik, serta mengujungi para Sadu di goa-goa yang merupakan pemuja Durga yang fanatic. Selama penelitian di India, saya bertemu dengan beberapa pemuja Durga yang sangat taat. Salah seorang pemuja Durga di Culcatta berkata kepada saya,

”Dewi Durga adalah Dewi yang paling pemurah karena apapun yang kita inginkan akan segera dikabulkan, sedangkan Dewi Saraswati sangat pelit kita harus lama sekali belajar untuk menjadi pintar. Dewi Laksmi juga begitu pelit, kita sulit untuk menjadi kaya walau bagaimanapun kerasnya usaha kita”.

Dalam kesempatan yang sama, saya juga bertemu dan wawancara dengan “tantric” istilah ini mengacu pada orang yang ahli dalam ilmu black-magic karena para tantric punya “magic-eyes” dimana mereka bisa mencelakai musuh-musuhnya dengan hanya memandang dengan “magic-eyes”nya. Maka dari itu, anak-anak kecil di India memakai “cilak” hitam dan mobil-mobil berisi sesajen berupa cabai, jeruk lemon dan bawang merah yang katanya bisa menolak kesaktian dari “magic-eyes”. Seorang tantric yang saya wawancarai bersifat sangat rahasia, dia hanya bicara dengan orang yang dipercaya. Dalam wawancara tersebut tantric tersebut berkata bahwa dia tidak pernah menyakiti orang secara langsung, tetapi kekuatan yang dianugrahi oleh “Gorakh Nath” (Siwa dalam bentuk menyeramkan) bisa mencelakai orang yang bermaksud jahat padanya. Saya juga bertemu dengan seorang perempuan yang namanya Durga. Saya tanya ibu itu tentang namanya. Dia bilang, “Dewi Durga sangat cantik dan maha pengasih, jadi nama itu bagus untuk perempuan”. Lalu saya katakan padanya,”Di Bali, kami tidak berani menyebut nama Durga blak-blakan, biasanya kita membuat nama yang menyamarkan nama Durga, seperti Ratu Ayu, Ida Bhatari Dalem atau Ratu Mas”. Ibu Durga itu semakin penasaran dengan perkembangan Dewi Durga di Bali. Akhirnya saya diundang untuk memberikan presentasi tentang Bhatari Durga di New Delhi India pada tahun 2008 sebelum melanjutkan presentasi di Berlin, Jerman dalam tahun yang sama.

Sedangkan di Indonesia, saya mengadakan penelitian di Jawa terlebih dulu karena pemujaan Bhatari Durga bermula dari Jawa lalu bergeser menuju Bali yang mana sampai sekarang tetap dilaksanakan walau dengan cara yang berbeda dibanding dengan pemujaan di jaman lampau. Di Indonesia, saya juga mewawancarai banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat, seperti pemangku, pedanda, masyarakat awam, para akademisi serta para balian.

Mitos dan Pemujaan Bhatari Durga: di India

Pada mulanya Bhatari Durga digambarkan sebagai Dewi Perang yang cantik jelita dengan jumlah tangan mulai dari empat sampai dua belas dimana setiap tangannya memegang senjata yang sangat ampuh dan ditakuti oleh musuh-musuhnya. Menurut (Mookerjee, 1988:8 dan Agravala, 1963), sesuai dengan apa yang dipaparkan dalam sloka suci Devi Mahatmya, sebuah sisipan penting dari Markandeya Purana (digubah pada abad ke- 6thMasehi), diceritakanlah lahirnya Bathari Durga sebagai berikut:

Pada jaman dulu, sorga loka diserang oleh rakasa bersama pasukannya yang dipimpin oleh Mahisasura yaitu raksasa berkepala kerbau. Raksasa tersebut sangat sakti dan tak terkalahkan oleh pasukan para dewa di sorga. Pada saat penyerangan tersebut, Dewa Siwa sedang bertapa di Gunung Kailasa, puncak tertinggi dari pegunungan Himalaya. Raksasa Mahisasura menduduki sorga loka sehingga para dewa morat-marit berlarian kemana-mana untuk menyelamatkan diri. Akhirnya para dewa memutuskan untuk pergi ke puncak Kailasa memberitahukan Dewa Siwa tentang keadaan di sorga loka. Dewa Siwa yang sedang meditasi menjadi sangat murka mendengar kabar kalau sorga telah diobrak-abrik oleh pasukan raksasa raja Mahisasura dan tahta sorga telah diduduki oleh raja Mahisasura. Saking murkanya maka dari kedua kening Dewa Siwa muncullah pancaran cahaya yang luar biasa dahsyatnya. Demikian juga dari kedua kening para dewa lainnya muncul cahaya yang menyatu dengan cahaya Dewa Siwa. Dari kumpulan cahaya para dewa tersebut muncullah sesosok Dewi yang luar biasa cantiknya bertangan delapan yang membuat para dewa sangat senang melihat kelahiran dewi tersebut. Karena para dewa tahu bahwa musuh mereka tidak dapat dikalahkan oleh para dewa, maka para dewa yakin bahwa Mahisasura akan tunduk dan terkalahkan oleh sosok perempuan cantik. Maka sepakatlah para dewa untuk mengirimkan Dewi yang cantik ke medan laga.

Karena Sang Dewi akan dikirim ke medan perang maka dari itu para dewa perlu menganugrahi Dewi itu senjata-senjata sakti supaya bisa mengalahkan Mahaisasura. Lalu, Dewa Siwa menganugrahkan Tri Sula, Wisnu menganugrahkan Cakra, Brahma menganugrahkan Gada, Indra menganugrahkan Bajra dan juga dewa-dewa lainnya, sehingga kedelapan tangan Dewi tersebut berisi senjata mahasakti. Dewi yang baru tercipta dari cahaya para dewa akhirnya diberi nama Dewi Durga yang berarti “Seorang Dewi yang Sulit Dikalahkan”. Untuk melengkapi sarana perang Dewi Durga dianugrahi Singa oleh Dewa Siwa dalam penjelmaannya sebagai Bhanaspati Raja (Raja Hutan) sebagai wahananya dalam perang melawan pasukan raksasa Mahisasura. Setelah Dewi Durga dibekali mantra-mantra kesaktian dari para dewa dan siap dengan peralatan perangnya maka pergilah Dewi Durga dengan wahana Singanya ke medan laga sendirian menantang Mahisasura untuk berperang. Dengan suara nyaring Dewi Durga memanggil Mahisasura dan menantangnya untuk berperang.

“Wahai Raja Mahisasura, keluarlah ke medan laga, lawanlah aku bertempur!”, tantang Dewi Durga.

Mendengar tantangan seorang perempuan dan melihat betapa cantik perempuan yang menantangnya, maka Mahisasura pertamanya tidak mau melawan dan diapun berkata kepada Dewi Durga,

”O Sang Dewi yang maha cantik, kenapa harus berperang melawanku, apakah tidak lebih baik kalau kita bertempur di tempat tidur saja?”

Tertawalah Dewi Durga mendengar tawaran raja raksasa sambil menjawab,

“hahaha…..hanya lelaki yang bisa mengalahkan aku di medan perang berhak bertempur denganku di tempat tidur”.

Murkalah Mahisasura atas jawaban Dewi Durga yang merendahkan kesaktian Mahisasura. Rasa kejantanannya sangat tertantang untuk segera menundukan dan mengalahkan Dewi Durga supaya bisa mengajaknya ke tempat tidur. Akhirnya mereka berperang mengadu kesaktian. Dalam adu kesaktian, Mahisasura mengubah wujudnya beberapa kali tetapi tetap dia selalu bisa dikenali dan dilumpuhkan oleh Dewi Durga. Terakhir kali, Mahisasura berubah menjadi kerbau yang ganas. Singkat cerita, Dewi Durga dapat mengalahkan Mahisasura dengan memenggal kepala Mahisasura yang berupa kerbau tersebut.

Dengan kalahnya Mahisasura, maka para dewa memuji-muji Dewi Durga dengan mantra-mantra pujian. Sejak saat itu, Dewi Durga diberi nama Durga Mahisasuramardini, yang berarti “Dewi Durga yang telah mengalahkan raksasa Mahisasura”.

Begitulah cerita singkat tentang lahirnya Bhatari Durga di India. Di India, Durga selalu digambarkan sebagai Dewi yang cantik dan selalu dipuja demi kemenangan. Ada mandir-mandir khusus dipakai tempat memuja Durga, ada hari suci yang khusus untuk memuja Dewi Durga yang disebut Durga Puja, yang biasanya jatuh pada bulan Oktober. Pada saat Durga Puja, biasanya perayaannya dilakukan dengan membuat pandal yang berisi arca Tri Sakti: Maha Saraswati, Maha Durga, Maha Laksmi. Di antara Tri Sakti; Dewi Saraswati, Dewi Laksmi dan Dewi Durga, maka Dewi Durga lah yang paling banyak dipuja di India. Biasanya di dalam pandal ini, Dewi Durga digambarkan sebagai Dewi Durga Mahisasuramardani dimana arcanya memperlihatkan kekalahan raksasa Mahisasura. Saya sendiri sempat menyaksikan bagaimana perayaan Durga Puja dilaksanakan di Culcatta dan Varanasi.

Berikutnya, saya akan membahas tentang bagaimana pemujaan serta perkembangan Bhatari Durga di Nusantara.

Perkembangan Mitos dan Pemujaan Bhatari Durga: di Jawa dan Bali

Di Nusantara, arca Bhatari Durga dalam bentuk Durga Mahisasuramardini telah ditemukan di beberapa candi di Jawa Barat pada abad ke-6th Masehi (Hariani Santiko, 1987), dan arca Durga Mahisasuramardini banyak ditemukan di Jawa Tengah terutama pada candi-candi Hindu beraliran Siwa, seperti misalnya di Candi Prambanan, dimana arca Durga Mahisasuramardini ditemukan di bagian utara candi Siwa. Pemujaan terhadap Bhatari Durga biasanya dilakukan oleh para raja untuk memohon kemenangan dalam perang. Tetapi Durga juga dipuja oleh kaum Brahmana, Wesya dan Sudra untuk mendapatkan perlindungan dari musuh. Setelah pindahnya kekuatan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada pertengahan abad ke-9 Masehi, pemujaan terhadap Durga juga dilakukan oleh para raja di Jawa Timur seperti Kediri, Singosari dan Majapahit. Peninggalan dari arca Durga di Jawa Timur ditemukan di beberapa candi Hindu seperti Candi Singosari, Candi Sambisari, Candi Gedong Songo, dimana arca Durga masih punya ciri-ciri yang sama dengan arca di Jawa Barat, Jawa Tengah sedangkan arca Durga yang ditemukan di Jawa Timur telah mulai mengalami perubahan yang radikal yaitu arca Durga digambarkan sebagai Dewi Durga Mahisasuramardini bertaring (Hariani Santiko, 1987).

Penggambaran Dewi Durga yang lebih ektrim ditemukan di relief Candi Penataran dan Candi Tigawangi dimana Durga telah digambarkan sebagai Dewi Raksasa dengan tubuh tinggi, rambut acak-acakan, bertaring dan mata melotot.

Di Bali, berdasarkan prasasti yang dikeluarkan oleh Anak Wungsu (kira-kira abad ke 11 Masehi) banyak menyebutkan pemujaan terhadap Durga, sedangkan beberapa arca yang kita temukan di Bali pada jaman Anak Wungsu masih menggambarkan ciri-ciri khas Durga Mahisasuramardini tetapi telah ada akulturasi dengan budaya local. Misalnya arca Durga Mahisasuramardini yang terdapat di Pura Dalem Kutri, Buruan, Gianyar, Durga digambarkan memiliki delapan tangan yang semua memegang senjata tetapi salah satu tangan Durga memegang keris yaitu senjata khas Bali dan absennya gambaran Mahisasura dalam Durga Kutri. Di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar juga ditemukan beberapa arca Durga Mahisasuramardini, tetapi oleh penduduk lokal arca tersebut dinamakan Ratu Pasek, sama halnya dengan arca Durga Mahisasuramardini di Candi Prambanan, orang awam menyebutnya Loro Jongrang.

Pada saat ini, kalau kita berbicara tentang Bhatari Durga, yang ada dalam benak kita orang kebanyakan adalah Durga yang disamakan dengan sosok Rangda, yaitu suatu image yang menyeramkan dengan sosok tinggi besar, rambut panjang awut-awutan, mata melotot, lidah menjulur dan bersemayan di kuburan Ganda Mayu. Demikianlah image yang diceritakan oleh generasi pendahulu seperti kakek saya dan orang-orang di kampong saya. Dan gambaran serupa tentang Dewi Durga juga dapat kita buktikan dalam literature dan visual seperti cerita Sudamala, Andha Bhuwana dan Calon Arang sedangkan bukti secara visual bisa kita lihat di relief candi-candi di Jawa seperti Candi Tigawangi dan Candi Sukuh dan di beberapa pura Dalem di Bali.

Berdasarkan bukti tertulis dan bukti visual, saya membuat spekulasi tentang faktor-faktor yang mungkin menyebabkan perubahan/perkembangan radikal Durga dari sosok Dewi Perang yang cantik jelita menjadi Dewi Raksasi yang menyeramkan setelah pindahnya kekuatan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (abad ke-10 sampai 15 Masehi) dan di Bali sampai saat ini.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

· Sosok Bhatari Durga sebagai dewi perang mungkin dianggap terlalu ektrim dan terlalu provokatif oleh masyarakat yang menganut system patriarki terutama di Jawa dan Bali walaupun sebenarnya ada tokoh Sri Kandi dianggap anomaly dan diterima dalam masyarakat.

Pencitraan Bhatari Durga dalam beberapa literature (Ghatotkacasraya) dan prasasti (Petak dan Trilokyapuri) yang digambarkan sangat senang menerima persembahan sesajen berupa daging mentah dan darah, pencitraan seperti ini ditemukan dalam prasasti bagian kutukan terhadap orang yang berani melanggar aturan-aturan yang diterapkan dalam prasasti untuk menjaga keamanan wilayah sima atau tanah milik komunal seperti tanah pengemponpura di Bali.

Perkembangan lebih lanjut yang terjadi pada Dewi Durga berdasarkan karya sastra Calon Arang adalah Dewi Durga disamakan atau dikelirukan dengan pemuja setianya yaitu Rangda ing Dirah. Hal ini, menurut pemikiran saya adalah adanya kerentanan status janda (rangda) bagi perempuan di dunia. Kalau janda itu cantik tentu akan banyak mendapat godaan dari laki-laki dan juga akan banyak dicemburui oleh kaum perempuan.

Takdir Seorang Dewi: diciptakan, dipuja, dituduh dan dikutuk

Dalam makalah singkat ini, saya hanya ingin mengkaji dan membandingkan pemujaan dan pencitraan Durga di India dan Bali. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa perubahan radikal pada Dewi Durga telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. Pada prinsipnya pemujaan terhadap Durga tetap dipertahankan yaitu untuk mengalahkan para musuh, tetapi musuh jaman sekarang tidaklah sama dengan musuh di jaman lampau. Misalnya pada jaman kerajaan di masa lampau seperti yang diceritakan dalam Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular (1365-1389 Masehi) pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari jaman Majapahit, raja-raja yang dibantu oleh para pandita (Siwa-Buda) menyembah Durga sebagai Dewi Perang supaya bisa memenangkan pertandingan. Dalam cerita Sutasoma dipaparkan bahwa baik Raja Sutasoma (Buda) maupun Raja Purosada (Siwa) menyembah Durga sebelum ke medan perang. Durga sebagai dewi yang maha pengasih dan penyayang, tentu memberikan anugrah kepada siapapun yang memujanya dengan khidmat (Zoetmulder 1974: 331).

Di samping dipuja-puja untuk menang perang, Dewi Durga juga dituduh berselingkuh dengan Dewa Brahma seperti yang dipaparkan dalam versi kidung Sudamala (digubah antara 1365-1406 Masehi) pada jaman pemerintahan raja-raja di Jawa Timur. Sedangkan kalau di Bali perselingkuhan Dewi Durga (Uma) dipaparkan dalam cerita Rare Angon, dimana Dewi Uma dituduh berselingkuh dengan seorang pengembala sapi (jelmaan Dewa Siwa sendiri). Sepenggal cerita perselingkuhan Dewi Durga dalam versi kidung Sudamalaadalah sebagai berikut:

Diceritakan bahwa Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang Asihprana dan Sang Hyang Wisesa mengadakan pertemuan di istana Ida Bhatara Guru, rajanya para dewa. Mereka membicarakan kelakuan yang salah Dewi Sri Uma, istri Bhatara Guru, dimana Dewi Uma telah dituduh berselingkuh dengan Dewa Brahma. Bhatara Guru sangat murka mendengar kabar perselingkuhan istrinya, serta merta Bhatara Guru mengutuk istrinya yang cantik menjadi Durga dengan sosok raksasi yang menyeramkan. Uma yang terkutuk digambarkan sebagai sosok raksasi berubuh besar tinggi, rambut awut-awutan, mata bagaikan matahari kembar, mulutnya bagaikan goa dengan taring tajam dan panjang, lobang hidungnya bagaikan sumur kembar, dan seluruh tubuhnya penuh dengan bentolan dan loreng.

Di dalam kidung Sudamala, tidak hanya dikutuk untuk menjelma menjadi dewi raksasi, Dewi Durga juga diturunkan dari kahyangan dan bersemayam di setra ganda mayu dan memangsa mayat untuk kelangsungan hidupnya. Dewi Durga raksasi hanya akan bisa kembali berubah wujud menjadi dewi yang cantik apabila telah disupat atau diruwat oleh Dewa Siwa sendiri melalui Sahadewa anak bungsu dari Panca Pandawa. Untuk bisa tetap bertahan hidup, Dewi Durga mempunyai banyak sisya yang menyebabkan penyakit makhluk hidup lalu mati. Dewi Durga akan menganugrahi kesaktian kepada siapapun yang mau mempelajari ‘black-magic’ supaya pemujanya menjadi sakti sehingga lebih banyak santapannya apabila banyak orang yang meninggal akibat ulah dari para sisyanya. Tetapi Bhatari Durga juga berpesan kepada pemujanya agar tidak membunuh orang-orang tanpa dosa, “tan wenang kita amati wong tanpa dosa”

Itulah kisah dari terkutuknya Dewi Uma yang cantik menjadi Durga yang menyeramkan versi Indonesia. Ketika saya bertanya pada orang-orang di India mengenai ceritaSudamala tersebut, baik sarjana maupun orang awam tidak mengetahui cerita tentang perselingkuhan istri Dewa Siwa dengan Dewa Brahma yang akhirnya kena kutuk. CeritaSudamala adalah hasil pemikirin pengawi atau sastrawan Indonesia yang telah disisipi ide dan norma-norma, tradisi local untuk memposisikan perempuan di dunia patriarki. Perempuan cantik adalah sosok yang dipuja-puja dan dalam waktu yang bersamaan juga sangat rentan untuk terkena gossip maka terjadilah perubahan citra dari perempuan pujaan menjadi perempuan terkutuk. Citra perempuan akan kembali cantik apabila telah diruwat (diperistri) oleh laki-laki.

Kesimpulan

Mitos dan Pemujaan terhadap Dewi Durga mengalami perjalanan dan proses yang panjang dan berliku mulai dari asal mulanya di India lalu menyebrang samudra luas sampai ke Nusantara, khususnya Jawa dan Bali. Berdasarkan sejarah perkembangan Dewi Durga, bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut:

Pada dasarnya tujuan pemujaan terhadap Dewi Durga adalah sama seperti tujuan utama penciptaan Dewi Durga yaitu untuk menang perang melawan musuh; dimana menurut kepercayaan Hindu musuh itu banyak macamnya. Bagi saya musuh yang paling sulit dikalahkan adalah musuh dalam diri kita sendiri yang berupa sad ripu (kama: nafsu, lobha: tamak, krodha: kemarahan, moha: kebingungan, mada: mabuk, matsarya: dengki, iri hati).

Betapapun garangnya laki-laki, biasanya dia bisa ditaklukkan oleh perempuan cantik.

Sangatlah susah menjadi perempuan cantik apalagi punya prestasi, akan banyak gossip dan tuduhan miring terhadap perempuan tersebut.

Perempuan akan bisa kembali cantik apabila diruwat oleh laki-laki.